Translate

Labels

Showing posts with label Cerita motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita motivasi. Show all posts

Thursday, 5 March 2015

Menyikapi Kehidupan Berdasarkan Fakta

Banyak diantara kita selalu berupaya bagaimana kita bisa sukses, bukan hanya banyak tetapi hampir semua pasti berpikir seperti itu, jadi.. apa yang sudah anda lakukan untuk itu ?

sebelum anda menjawab itu, saya akan ajak anda untuk memahami suatu fakta tentang apa yang kita sebut kehidupan, yang terdiri dari 2 hal yang sangat hakiki, dimana itu adalah HIDUP dan MATI, dari kedua hal itu menjadikan semua mahkluk yang mempunyai satu tujuan, mencapai kebutuhan dan keinginan, 


Tahukah anda, bahwa setiap matahari mulai terbit, maka seekor rusa harus berlari sekencang mungkin, bahkan harus lebih kencang daripada seekor singa, karena jika tidak bisa berlari dan lebih cepat dari singa maka bahwa tidak mungkin saat matahari terbit tersebut dia sudah menjadi mangsanya,

Dan tahukah anda ? bahwa setiap matahari terbit, maka seekor singa juga berpikir dia harus berlari lebih cepat untuk dapat segera menangkap si rusa untuk dijadikan makananya, yang notabene si rusa lebih lambat darinya. Atau dia tidak makan sama sekali.
Sangatlah komplek dan pelik melihat kehidupan kedua binatang diatas yang dimana kita sebut sebagai bagian dari rantai makanan, dan bagaimana dengan kita sebagai manusia yang menduduki tingkat rantai makanan paling tinggi diantara semua ?

Tidak perlu kita membayangkan ataupun kita harus seperti singa ataupun rusa dimana mereka saling menghindari satu sama lain, tapi terlebih dari itu semua, hanya satu yang menjadi dasar atau inti dari fakta diatas, yaitu “BERTAHAN HIDUP”

Kita sering sekali meremehkan kehidupan yang kita dapat, hanya berdasarkan pada harapan, keyakinan, dan kepercayaan, apabila si rusa percaya, bahwa pada hari itu si singa tidak akan memakannya apa yang kan terjadi ?? (si singa tetaplah ingin bertahan hidup, pasti dia akan memakannya), atau sebaliknya, jika si singa berharap si rusa mendadak terluka kakinya waktu berlari, kira kira apakah iya pasti terjadi, iya mungkin saja kalo si rusa bisa terkilir ?    ( tapi perlu diingat ! ketakutan akan suatu hal membuat alam bawah sadar mendominasi seluruh akal dan pikiran kita, pastinya dia akan selalu berlari dan apa si singa bisa santai saja ), dan bagaimana jika keduanya berpikir, besok saya pasti akan mati, jadi saya pasrah saja ? menurut anda apakah laparnya singa dan ketakutan si rusa bisa menerima itu semua ?

Hidup emang penuh realitas tanpa batasan, jadi mungkin saja semua bisa terjadi, tetapi perlu diingat tak ada yang bisa merubah nasib dan bahkan takdir kita jika kita tidak bergerak dan berlari.
Bergerak dan berlari, apa maksudnya ???

Kita memang berada pada siklus rantai makanan, tetapi kita adalah yang teratas dipuncaknya, lalu kenapa kita harus bergerak dan berlari, sebelum saya jawab, ada baiknya anda pahami konsep harapan, keyakinan dan kepercayaan diatas yang tadi saya sebutkan, apakah dengan anda berharap semua keinginan dan kebutuhan anda bisa terwujud ?, apakah dengan anda yakin dengan tingkat keyakinan tinggi semua masalah anda bisa teratasi dengan baik ?, dan apakah jika anda hidup berdasarkan rasa percaya, apakah anda bisa terhindar dari kesusahan ?
Anda pasti sependapat dengan saya, bahwa kita yang hidup berdasarkan realita yang ada, pasti “TIDAK” !

Jadi apa yang mesti anda lakukan sekarang ? saya rasa anda sudah menemukan jawabannya, dan benar bahwa kita harus bergerak dan berlarilah untuk mengejar sesuatu, dari apa yang kita sebut KEBUTUHAN DAN KEINGINAN ANDA

demikian, semoga sedikit cerita saya atau lebih tepatnya contoh kenyataan diatas bisa menjadi sumber dari apa yang bisa menggerakan dan memaksa kita berlari dengan berlandaskan, harapan, keyakinan dan kepercayaan.

terima kasih.
salam.


Monday, 16 February 2015

Berbuatlah Sesuatu Dengan Hati dan Suka Cita

Alkisah :


Suatu hari, disalah satu daerah yang dimana masih dibilang sedikit terpelosok dan jauh dari kota, sedang dibuatnya beberapa proyek pengembangan berupa perumahan, pabrik, ruko, jalan raya dll. Sehingga banyak kontraktor ataupun pegawai dan staff yang sukses disana. Seiring dengan berkembangnya daerah itu sekarang, otomatis juga meningkatkan taraf hidup beberapa kontraktor dan karyawan ke tingkat yang lebih baik.




  
Lalu suatu hari, disalah satu kantor pengembang terbesar didaerah itu, datanglah seorang pria yang terkenal rajin dan pandai sehingga dipercaya oleh direktur perusahaan, dengan berpenampilan rapi, berkemeja warna biru dengan celana jeans hitam dan memakai sepatu kulit mengkilap, masuk menuju suatu ruangan yang terletak dipojok gedung tersebut.

"Tok-tok-tok !!! Permisi pak",- ucap-nya. 
"Oya..- silahkan Masuk- masuk pak, silahkan" balas seorang pria dibalik pintu ruangan  yang ternyata adalah pemilik perusahaan tersebut.


"Ada apa pak bima, kok sepertinya ada hal penting yg mau disampaikan?" Sahut pemilik perusahaan,
"Eeee.. Begini pak, saya ingin mengundurkan diri." Jawab si karyawan.
"Kenapa mengundurkan diri??" Tanya si direktur.
"Maap pak, saya ada tawaran di tempat kerja lain- yang dari segi kesejahteraan lebih terjamin" tukasnya.
"Apakah disini kesejahteraan pak bima tidak terjamin,selama ini??" Sahut direktur
"Maap pak, selama ini saya ikut bapak sudah sangat terjamin, hanya saja saya ingin mencari yang lebih lagi, sembari mengukur kemampuan serta menambah pengalaman saya" kata si karyawan,
"ooooo...jadi bapak sudah dapat pekerjaan dengan posisi seperti yang bapak cita-citakan? - baik,Mungkin kalo sudah seperti itu, saya tidak akan melarang bapak " Sahut direktur,-
"tetapi,.... saya punya syarat yang harus bapak penuhi, jika bapak ingin benar-benar keluar dari perusahaan ini" tambahnya.
"Apa pak ?"Sahut si karyawan-
"Begini pak, saya ingin bapak kerjakan 1 proyek pembangunan 1 rumah lagi di daerah area tengah untuk seseorang yang spesial bagi saya, karena itu saya ingin bapak tentukan lokasinya sendiri yang mana yang bagus, dengan luas yang bapak kehendaki, dan model bangunan yang bapak inginkan atau baiknya seperti apa, ingat harus istimewa" kata si direktur dengan mantapnya berbicara,

"wah kalo seperti ini saya mana bisa langsung kerja di tempat baru?" Gumam si karyawan,- setelah 5 menit terdiam ahkirnya si karyawan menyanggupi
"baik pak !! Saya kerjakan, tetapi setelah itu saya boleh meninggalkan perusahaan ini kan ??" Tanya nya dengan wajah serius,-
"Boleh.. Silahkan pak- saya juga akan beri bapak refrensi atas dedikasi bapak terhadap perusahaan selama ini" jawab direktur,-
"baik pak" sahut karyawan tersebut.

dengan  ahkirnya dengan wajah sedikit lesu- si karyawan tadi mulai keluar kantor, sambil bergumam "kalo seperti ini kapan saya bisa keluar dari sini?" 

dan si karyawan pun dengan tergesa-gesa mulai menuju ke area proyek yang ditunjukan, dan mulai memilih lokasi, mengukur tanah, dan menandai tanah tersebut, hingga kemudian hari, dia datang bersama anak buahnya- dan mulai meninjau dan membuat pola bangunan, beserta rancangan gambar rumah seperti yang dia inginkan,  
lalu mulai lah dibangun- sebulan setelah pembangunan datanglah si direktur menemui pak bima, si karyawan tersebut, sambil bertanya "bagaimana pak bima ?? Jadinya bapak pilih lokasi yang mana ?? Luasnya berapa ?? Desainya seperti apa ??"
"Saya pilih lokasi yang agak tengah pak, luas tanahnya 96 m2, desainnya seperti yang biasa saya pakai pak" sahut karyawan tersebut, "lhoooo... Memangnya lokasi itu bagus ? Luasnya ga kekecilan ? Desainnya apa ga terlalu umum??" Ketus si direktur
"Bagus kok pak, luas tanah juga standart, desain masih proposional pak" jawab karyawan sekena-nya
"Ya sudah... Terserah kamu saja- yang jelas saya ingin yang terbaik" kata si derektur sembari pergi meninggalkan pak bima.


Setelah beberapa bulan ahkirnya waktu yang ditunggu datang juga, pagi itu dengan derap kaki yang mantap, pak Bima melangkah ke ruangan pak direktur.
"Tok tok tok !!"
"Masuk" sahut orang dari dalam yang tak lain adalah pak direktur
"Pagi Pak, ini rumahnya sudah jadi, dan ini kunci rumahnya" ucap karyawan.-
"Baik, bagaimana ?? Pasti bagus kan ?? Pasti seperti yang saya pesan kan ?" Tanya pak direktur
"Bapak nanti bisa lihat sendiri pak hasilnya" sahut si karyawan
"Baik pak bima, kalo begitu saya percaya saja, saya sudah siapkan gaji + pesangon bapak, dan surat refrensi seperti yang saya janjikan" pak direktur
"Baik pak .. Terima kasih atas waktu yang sudah diberikan ke saya" jawab karyawan 
"ini pak kuncinya" tambah karyawan,-
"Pak bima, kunci rumah itu bawa saja sama pak bima" jawab pak direktur. Dengan kaget nya si karyawan menjawab "maksud bapak???"
"Iya rumah yang saya pesan untuk dibuatkan oleh bapak, itu adalah hadiah atau bonus buat bapak, karena sudah mau bekerja keras dan membantu saya selama ini" sahut nya..
Dengan mata berkaca-kaca si karyawan tersebut berkata "terima kasih pak !",


Dia terlihat menyesal dan kecewa karena dia tidak memilih tempat yang bagus, luas dan bangunan yang megah sebelumnya dimana seperti yang diperintahkan pak direktur,

Para sahabat blogger, dari cerita di atas, secara langsung mengajarkan kepada kita tentang apa arti dari pentingnya sebuah tanggung jawab, jadi janganlah meremehkan atau bahkan merendahkan apa yang menjadi pekerjaan atau tanggung jawab yang diberikan kepada kita, bahkan sekecil apapun itu, dan teruslah menjaganya dengan kerja keras dan semangat.

semoga cerita diatas bisa mengilhami para sahabat semua, supaya kita selalu bekerja dengan hati dan suka cita.

terima kasih.
salam.

Artikel terkait :



Saturday, 14 February 2015

Terima Kasih Untuk Waktumu

Alkisah, Putera yang telah yatim sedari kecil, tinggal bersama sang bunda di sebuah rumah yang sederhana. Mereka bertetangga akrab dengan Pak Mansur yang tinggal sendiri di rumahnya yang luas. Dalam segala hal, masalah apa pun, Pak Mansur adalah konsultan terbaik bagi Putera. 



Setelah lulus sekolah dan menikah, Putera dan keluarga kecilnya pindah ke kota. Dia begitu sibuk bekerja hingga tidak punya waktu untuk menemani istri dan anaknya, apalagi pulang kampung untuk bertandang ke tetangganya dulu.

Suatu hari, bunda mengabarkan berita duka bahwa Pak Mansur meninggal dunia dan akan dimakamkan 3 hari mendatang. Meski pekerjaan menumpuk, Putera memutuskan untuk pulang. Upacara pemakaman berlangsung sederhana dan sepi karena Pak Mansur tidak memiliki banyak kerabat.

Malam sebelum kembali ke kota, Putera bersama sang bunda berkunjung ke rumah tetangga lama. Pusaran waktu seakan membawanya ke masa lalu saat bersama penghuni rumah itu. Di sini, setiap lukisan, setiap sudut, dia hafal dan paling tahu...Tiba-tiba, Putera menghentikan langkahnya dan menatap meja di depannya.

"Ada apa?" tanya bunda.
"Kotak kecil itu hilang," jawab Putera.
"Kotak kecil apa?" tanya bundanya lagi.
"Pak Mansur punya sebuah kotak kecil berwarna emas dan terkunci. Di meja ini. Sering saya tanya, ‘Apa isi kotak kecil itu?' dan dia selalu menjawab, ‘Di dalam sini, tersimpan barang yang paling berharga'," jelas Putera sambil menirukan suara Pak Mansur. "Dan saya bahkan tidak pernah tahu barang apa yang paling berharga itu," lanjut Putera, merasa bersalah.


Dua minggu berlalu, Putera mendapat kiriman sebuah paket. Tertulis nama pengirim: "Bapak Mansur". Dengan penasaran, buru-buru dibukanya kiriman itu. Putera terpana saat menemukan kotak kecil berwarna emas dan sebuah kunci, serta secarik kertas. Dengan tangan gemetar, Putera membaca surat itu: "Setelah saya meninggal, kotak ini tolong diberikan kepada Putera. Ini adalah barang yang paling berharga selama kehidupanku." Dengan debar jantung yang kuat, Putera menemukan sebuah jam saku yang sangat indah. Dengan rasa sayang, Putera menyentuh permukaan jam saku dan membuka penutupnya. Di dalamnya terukir kata-kata: "Putera, terima kasih atas waktumu-Mansur."

"Ya Tuhan, ternyata barang paling berharga bagi Pak Mansur adalah waktuku. Saat bersama dengannya!"

Putera terpaku sejenak dan seakan ‘tertampar' kesadarannya. Ia segera berpesan kepada asistennya untuk mengosongkan jadwal selama 3 hari. "Mengapa, Pak?" tanya asistennya kebingungan.

"Penting dan mendesak! Saya harus menemani keluarga saya," jawabnya.

Sahabat yang luar biasa,
Setiap saat kita sibuk bekerja keras dengan alasan ingin sukses dan kaya raya demi membahagiakan keluarga kita. Tetapi, pada akhirnya, justru waktu bersama keluargalah yang selalu dikorbankan untuk itu, sehingga banyaknya uang tidak berujung membahagiakan.

Mari ingatkan pada diri sendiri, untuk bijak membagi waktu agar kehidupan berjalan dengan seimbang dan bahagia menjadi milik bersama.

sumber : Andrie Wongso









Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...